Warkobi Jadi Etalase Usaha untuk Lulusan SMK/SMA, Ketua Umum APKLI-P: Solusi Konkret Lapangan Kerja Generasi Muda

[Foto : dr. Ali Mahsun ATMO M Biomed KETUA UMUM DPP APKLI Perjuangan (tengah 5 dari kiri ke kanan)]
Jakarta | Jurnaljawapes.com - Transformasi warung kelontong rakyat menjadi ritel modern berbasis komunitas, yang diberi nama WARKOBI (Warung Kelontong Betawi/Warung Kelontong Buatan Indonesia), kini menjadi harapan baru dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat ekonomi rakyat di DKI Jakarta.

Program ini merupakan tindak lanjut dari Gerakan Pasar Rakyat, Revitalisasi, dan Integrasi PKL–UMKM yang lebih dulu dicanangkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada 22 Juli 2025 di Pasar Santa. Melalui gerak cepat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P), kerja sama strategis pun terbangun dengan Dinas PPK dan UKM DKI, serta sejumlah BUMD.

Hasilnya ,lahir konsep Warkobi, ritel modern ramah komunitas yang tetap menjaga akar ekonomi kerakyatan.

Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun, Atmo.BioMed., menegaskan bahwa WARKOBI bukan sekadar toko kelontong yang dikemas modern, tetapi sebuah ekosistem pembelajaran dan usaha bagi generasi muda.

“Warkobi dirancang sebagai etalase usaha ramah lulusan SMK/SMA dan generasi milenial Gen Z. Ini bukan hanya toko, tapi ekosistem ekonomi dengan tata kelola profesional, digitalisasi, dan semangat komunitas,” ujar dr. Ali Mahsun dalam pertemuan bersama Kepala Dinas PPK dan UKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, Jumat (28/11/2025).

Dengan manajemen modern, pendampingan, dan akses pembiayaan, WARKOBI diproyeksikan menjadi inkubator ritel bagi anak muda yang ingin memulai karier atau berwirausaha.

Grand Opening Warkobi direncanakan berlangsung Januari 2026, dan akan diresmikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta. Kolaborasi besar ini melibatkan:

- Dinas PPK dan UKM DKI

- PT Food Station Tjipinang Jaya

- Perumda Dharma Jaya

- Perumda Pasar Jaya

- Bank Jakarta

- Serta dukungan penuh APKLI-P

Setiap RW ditargetkan memiliki tiga unit warkobi ,ika diterapkan di seluruh 2.748 RW se-DKI Jakarta, maka akan terbangun 8.000–10.000 Warkobi.

“Skala ini akan membuka ribuan ruang usaha dan lapangan kerja baru bagi pelaku muda dan milenial Gen Z,” tegas dr. Ali Mahsun.

Kepala Dinas PPK dan UKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.

“WARKOBI adalah jembatan antara pasar tradisional dan kebutuhan lapangan kerja bagi lulusan sekolah menengah. Ini etalase usaha yang nyata,” ungkap Elisabeth.

Menurutnya, sebelum grand opening dilakukan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Asisten Perekonomian Sekda DKI, Suharini Eliawati, untuk memfinalisasi model program.

Warkobi mengusung konsep ekonomi komunitas, di mana PKL, UMKM, dan pemilik warung ditempatkan sebagai aktor utama. Mereka akan mendapatkan:

- Pembinaan manajemen dan pemasaran

- Akses pembiayaan mikro

- Digitalisasi untuk persediaan dan transaksi

- Penguatan rantai pasok dari BUMD

- Branding yang terstandarisasi

Meski prospeknya besar, sejumlah tantangan masih perlu diselesaikan, seperti :

- Pelatihan intensif SDM

- Akses modal awal

- Sinkronisasi regulasi dari RW hingga provinsi

- Kesiapan digitalisasi di tingkat warga

Namun, dengan sinergi pemerintah daerah, BUMD, APKLI-P, dan sektor swasta, WARKOBI dianggap sebagai langkah konkret untuk memodernkan ekonomi rakyat tanpa menghapus karakter komunitas.

Jika berjalan sesuai rencana, Warkobi akan menjadi laboratorium usaha bagi ribuan generasi muda Jakarta yang ingin memulai bisnis ritel dengan dukungan kuat dari pemerintah dan komunitas.

(Hamim)

Baca Juga

View

Posting Komentar

0 Komentar

Pujo Asmoro

Pimprus Media Jurnal Jawapes. WA: 082234252450

Countact Pengaduan