![]() |
| [Foto : KH. Agus Luqman Hakim (Kanan), Mahmud Syafi'i LP3i ( kiri)] |
Ponpes yang berada di bawah pengasuhan H. Agus Luqman Hakim, SS, MPdi ini mengedepankan pendidikan yang menyenangkan dan relevan dengan perkembangan zaman. Roudlotus Syarief menawarkan model pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum secara seimbang, dengan tetap menjadikan nilai–nilai kearifan lokal sebagai landasan dalam pembentukan karakter dan penguatan wawasan keilmuan santri.
Dalam penjelasannya, H. Agus Luqman Hakim menyampaikan bahwa Ponpes Modern Roudlotus Syarief akan dibangun dengan kultur kolaboratif, baik dengan lembaga pemerintah maupun non-pemerintah (NGO).
“Kami mengkolaborasikan program-program pendidikan secara rasional dan terstruktur. Harapan kami, para santri memiliki bekal yang utuh untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan,” ujarnya.
Pendekatan kolaboratif ini dinilai mampu membuka akses lebih luas untuk pengembangan kompetensi santri, baik di bidang akademik, sosial, hingga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Ponpes Modern Roudlotus Syarief juga menempatkan teknologi terbarukan sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Pemanfaatan teknologi ini akan diterapkan di berbagai bidang ilmu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, literasi digital, serta kesiapan santri menghadapi dinamika era global.
Dengan integrasi teknologi, para santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga melek digital, adaptif, dan mampu bersaing di tengah perubahan zaman.
Dalam kesempatan yang sama, Mahmud Syafi’i, yang mendampingi KH. Agus Luqman Hakim pada Minggu (30/11/2025), menyampaikan rasa syukur atas hadirnya ponpes modern ini.
“Alhamdulillah, ini kabar baik. Pondok Pesantren Modern Roudlotus Syarief siap menjadi pusat pendidikan yang berkualitas dan berintegritas. Dengan perpaduan pendidikan agama dan umum, serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal, kami berharap lahir generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa penggunaan teknologi dan kerja sama lintas lembaga akan menjadi modal besar untuk mencetak generasi emas yang kelak mampu membawa kemajuan bagi bangsa dan umat Islam, serta mengembalikan kejayaan Islam di bumi Nusantara.
(Hamim)
View


0 Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments